Jenis-Jenis Kopi Arabika (Arabica Coffee) Asli Indonesia

Jenis-Jenis Kopi Arabika (Arabica Coffee) Asli Indonesia

                Kopi arabika (arabica coffee) asalnya dari Brazil dan menjadi jenis kopi paling pertama yang ditemukan oleh manusia, kemudian dibudidayakan hingga seperti sekarang. Ciri tanaman kopi arabika adalah memiliki perakaran yang dalam dengan daun yang tipis, percabangan batangnya lentur, ukuran biji yang kecil-kecil dan memiliki warna biji kopi hijau tua hingga berwarna merah gelap. Untuk berbunga dan berbuah, tanaman kopi arabika membutuhkan waktu 9 bulan. Untuk membudidayakan kopi arabika, tanaman ini harus ditanam di daerah dengan ketinggian 700 – 1700 mdpl dengan suhu 16 – 20°C.

                 Walaupun kopi arabika terkenal sebagai salah satu kopi terbaik, namun tanamannya rentan sekali terkena penyakit karat daun atau yang disebut juga HV Hemileia vastatrix. Karena itulah harga biji kopi arabika melambung karena sulitnya perawatan tanaman kopi arabika. Namun harga yang mahal sebanding dengan kualitas bijinya, yang mana kopi ini lebih baik daripada kopi robusta dan kopi liberika. Kopi arabika sendiri terkenal dengan aroma yang sedap dan juga kuat. Saat ini kopi arabika telah menguasai sebagian besar dari pasar kopi di dunia walaupun harganya yang relatif mahal. Untuk di Indonesia sendiri, anda tidak perlu mencari biji kopi impor karena di Indonesia terdapat banyak kopi arabika lokal yang memiliki kualitas top.

Kopi Jenis Arabika Indonesia Terbaik

Jenis-Jenis Kopi Arabika (Arabica Coffee) Asli Indonesia

                Indonesia merupakan negara yang membudayakan banyak varian tanaman kopi, dan salah satunya adalah tanaman kopi arabika (arabica coffee). Jadi tidak heran apabila ada banyak sekali biji kopi arabika dengan rasa yang berbeda-beda di Indonesia. Nah, disini akan dijelaskan apa saja kopi arabika terbaik asal Indonesia.

  • Kopi Wamena

Kopi yang berasal dari Papua ini termasuk ke dalam kopi yang langka karena hanya ditanam di daerah dengan ketinggian 1.200 mdpl. Tidak hanya itu saja, tanaman kopi ini juga sulit untuk dipanen, karena harus naik ke gunung terlebih dahulu. Kopi ini mengeluarkan rasa yang manis dan juga asam dengan seimbang, tak heran apabila kopi wamena sering kali menjuarai kompetisi skala nasional dan internasional.

  • Kopi Toraja

Jenis kopi arabika yang satu ini memiliki tingkat kekentalan yang tinggi namun dengan rasa asam yang lebih rendah, yang mana rasanya lebih didominasi dengan rasa cokelat dengan aroma rempah dan juga kayu manis. Karena rasa dan aromanya yang unik, banyak penikmat kopi luar negeri yang memburu kopi toraja, dan membuat harga kopi ini meningkat.

  • Kopi Malabar

Asal kopi malabar dari Jawa Barat, yang ditanam di daerah tidak terlalu tinggi. Walaupun begitu, kopi malabar dibudidayakan dengan proses yang terstruktur, mulai dari natural process, full wash hingga semi wash. Hal ini lah yang membuat kopi malabar memiliki rasa yang enak.

  • Kopi Gayo

Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Gayo, Aceh karena memang sebagian besar dibudidayakan di dataran tinggi sekitar Aceh. Kopi gayo memiliki aroma dan juga rasa yang khas. Rasanya tidak pahit dan tidak asam, sehingga aman dikonsumsi oleh penikmat kopi yang memiliki sakit lambung.

Kopi Arabika Yang Tidak Bikin Asam Lambung Naik

                Dibandingkan dengan kopi jenis robusta, kopi arabika (arabica coffee) memiliki tingkat keasaman lebih rendah. Seperti yang dijelaskan di atas, banyak sekali varian tanaman kopi yang dibudidayakan di Indonesia. Karena kondisi tanah, cuaca termasuk cara budidaya yang berbeda-beda, cita rasa dan tingkat keasaman kopi arabika bias berbeda-beda. Bagi para penikmat kopi yang memiliki masalah lambung tentu kesulitan untuk menikmati kopi karena tingkat keasamannya. Nah, sekarang sudah ada banyak varian kopi khususnya kopi arabika yang memiliki tingkat keasaman rendah.

  • Kopi Jawa

Disebut juga sebagai gold Arabica, kopi ini cocok untuk anda yang menderita asam lambung. Cara pemrosesan kopi ini menggunakan cara basah, karenanya kelembaban tanah dan suhu udara membuat tingkat keasaman kopi jawa menjadi lebih rendah. Selain itu proses penggilingannya dengan metode giling basah, hal tersebut membuat cita rasanya tidak terlalu tajam, akan tetapi aroma rempah dan juga rasanya tetap unggul.

  • Kopi Mandailing

Untuk mendapatkan kopi mandailing cukup sulit karena hanya dijual secara terbatas akibat fasilitas untuk memproses biji kopinya terbatas. Kopi ini terkenal dengan aroma buahnya dan juga rasanya yang manis. Tidak hanya itu, tingkat keasamannya pun cukup rendah sehingga cocok untuk dinikmati pecinta kopi pemula atau penikmat kopi yang memiliki masalah lambung.

  • Kopi Sidikalang

Walaupun berasal dari Sumatera yang notabene sebagai penghasil kopi dengan tingkat keasaman yang tinggi, namun kopi sidikalang memiliki tingkat keasaman yang rendah. Kopi ini memiliki ciri khas rasa pahit dengan campuran coklat. Rasa cokelat ini membantu penikmat kopi pemula agar tidak kaget dengan asamnya kopi, sehingga aman bagi lambung.